Alasan

Aku harus mencari alasan lain untuk nonton AADC2. Kupikir kehabisan tiket malam tadi sudah cukup menyentakku. Ternyata hampir tengah malam ini ada yg lebih menyentakku.
Sebuah ulasan ciamik dengan diksi menarik dari sebuah artikel kubaca larik demi larik. Naluriku benar. AADC2 tak seperti harapan kami-kami yg merindukan kisah cinta Rangga-Cinta dg cukup idealis. Cerita yg lezat, karakter yg kuat, dialog yg hebat, semua itu tak ditemukam. Tipis, setidaknya. Bahkan Jogja tak cukup menjadi konteks yg menggoda.
Kami, aku, penonton yg tumbuh seusia film pertama harus bersiap kecewa. Aku pun begitu. Jadi malas menontonya. Namun aku tetap berencana nonton. Menuntaskan penasaran setelah ratusan purnama.
Maka tak perlu buru-buru berburu tiket.
Sampai aku menemukan cukup alasan untuk nonton AADC2.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s