Penjawi, sebelas Januari

PENJAWI, sebelas Januari
Di pinggiran kota Salatiga ternyata banyak terdapat tempat yang indah. Termasuk tempat makan bernama Ki Penjawi (aku lupa nama lengkapnya).
Kita bersepakat makan dan minum di tempat itu, atas saran bbrp teman. Tempat yang indah, berdesain joglo dengan bbrp gasebo. Di sana terdapat banyak koleksi barang unik. Benda2 keramat sekaligus kuna. Mulai dari lukisan, barang-barang antik, patung serta pernak-pernik ajaib.
Di salah satu pendhapa kita duduk semeja. Malam yang dingin namun hangat karena kita saling bertukar senyum sekaligus cerita.
Makin sempurna ketika ada live-music show. Sekeluarga unik yang memainkan bbrp lagu jazz. Wow…
Rasanya, malam itu adalah malam di mana aku makin larut dalam perasaan dekat dgnmu. Makin intim seiring makin mengalirnya cerita-cerita yang kita bagi.
Kita terlalu kenyang untuk menghabiskan masing-masing porsi nasi goreng. Namun kita masih terlalu lapar untuk menyudahi jamuan romantis itu. Ah, sayang sekali, jazz show juga berakhir pukul sepuluh malam.
Penjawi menjadi saksi. Tentang keyakinan yang makin menguat dalam diriku, bahwa kau istimewa.
Ya. Demikianlah kisah kita terus berlanjut…….
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s